Debt Service Ratio (DSR)
Rasio cicilan utang maksimal 30% dari penghasilan bersih, rumus perhitungannya, dan syarat mutlak lolos persetujuan KPR bank.
Singkatnya
- DSR mengukur porsi total cicilan utang bulanan dibandingkan penghasilan bersih bulanan.
- Batas aman DSR menurut perencana keuangan dan bank analis kredit adalah maksimal 30% hingga 35%.
- Jika DSR melebihi 40%, arus kas rumah tangga masuk zona bahaya dan pengajuan KPR berisiko besar ditolak karena umumnya bank memakai batas DSR 30–40%.
Pengertian dan cara kerja
Debt Service Ratio (DSR) atau Debt-to-Income Ratio (DTI) adalah metrik kesehatan finansial yang menghitung persentase dari seluruh kewajiban pembayaran utang bulanan (KPR, kartu kredit, kredit motor, paylater) terhadap pendapatan bersih bulanan.
Contoh dengan angka
Gaji bersih Anda Rp 10.000.000. Anda memiliki cicilan motor Rp 1.200.000 dan tagihan paylater Rp 500.000. Total utang = Rp 1.700.000 (DSR saat ini = 17%). Kapasitas cicilan KPR maksimal yang bisa disetujui bank adalah 30% - 17% = 13% dari gaji, atau Rp 1.300.000/bulan.
Kesalahan umum pemula
- 1Hanya menghitung cicilan KPR tanpa memasukkan utang kartu kredit dan paylater saat mengukur kelayakan kredit.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menurunkan DSR sebelum mengajukan KPR?
Lunasi seluruh paylater, pinjol, dan cicilan konsumtif lainnya, lalu tutup fasilitas kartu kredit yang tidak digunakan minimal 3 bulan sebelum mengajukan KPR.